Fakta! Bangun Pagi Sangat Berpengaruh Terhadap Kesehatan Manusia

Banyak orang menganggap kalau bangun pagi adalah salah satu hal yang paling sulit dilakukan. Mungkin Anda termasuk salah satu dari mereka. Padahal, banyak manfaat luar biasa yang bisa diperoleh dengan rutin bangun pagi setiap hari.

“You are at the best in the morning” bukan sekedar ungkapan. Bangun pagi telah diteliti dapat memberi beragam manfaat terutama yang berkaitan tentang kesehatan, bahkan berpengaruh besar terhadap kualitas hidup secara keseluruhan. Berikut hal-hal yang penting untuk diketahui tentang besarnya pengaruh kebiasaan bangun pagi terhadap kesehatan fisik maupun psikologis:

Fakta Bangun Pagi Sangat Berpengaruh Terhadap Kesehatan Manusia
Image via www.popular-world.com

Bangun pagi meningkatkan kualitas tidur

Bangun pagi dapat mempromosikan jadwal tidur yang teratur. Tubuh memiliki mekanisme jam biologis atau ritme sirkadian yang memberi tahu kapan waktunya tidur dan bangun. Dan mekanisme ini penting untuk “diatur” dengan benar. Bagaimana caranya? Tidur dan bangunlah di waktu yang tepat dengan durasi yang cukup antara 6 hingga 8 jam!

Jam biologis tubuh secara alami berkaitan dengan sinar matahari yang menjadi isyarat utamanya. Itulah mengapa ketika hari sudah gelap, tubuh akan melepaskan hormon melatonin yang memicu rasa kantuk, sementara ketika hari mulai terang oleh cahaya matahari, tubuh akan terbangun secara alami.

Jika Anda rutin tidur lebih awal ketika malam dan bangun lebih awal di pagi hari, bisa dikatakan jam biologis tubuh Anda sudah berjalan sebagaimana mestinya. Itu berarti kualitas tidur Anda juga semakin baik. Kualitas tidur yang baik penting untuk menjaga keseimbangan hormon dalam tubuh guna mendukung berbagai sistem tubuh berfungsi optimal.

Bangun pagi mendorong kebiasaan makan yang lebih sehat

Dengan bangun pagi, Anda memiliki lebih banyak waktu untuk melakukan berbagai hal sebelum berangkat bekerja. Mulai dari olahraga hingga menyiapkan makanan untuk sarapan. Ketika bangun telat, jangankan bisa berolahraga, seringkali orang melewatkan sarapan karena takut telat.

Padahal para pakar kesehatan menekankan bahwa sarapan adalah waktu makan paling penting diantara waktu makan lainnya. Apa yang dimakan saat sarapan akan menjadi “bahan bakar” tubuh untuk menunjang aktivitas hingga siang hari.

Jangan heran bila mereka yang sering bangun siang cenderung memiliki pola hidup yang jauh dari kata sehat. Mereka kerap dihadapkan dengan pagi yang “sibuk,” melewatkan sarapan, susah fokus saat bekerja, dan cenderung memilih makanan cepat saji untuk mengatasi rasa lapar mereka.

Bangun pagi secara tidak langsung berpengaruh pada berat badan

Jika sudah berupaya menjalankan program diet tapi berat badan tak kunjung berkurang, coba tanya diri sendiri apakah kebiasaan tidur Anda sudah baik? Berapa jam Anda tidur dalam sehari? Apakah Anda suka begadang?

Siklus tidur berkaitan dengan rasa lapar, dan waktu bangun tidur Anda bisa berpengaruh pada nafsu makan maupun kebiasaan makan sehari-hari. Menyambung poin sebelumnya, bangun pagi memungkinkan Anda menyiapkan sarapan yang lebih bernutisi. Anda juga memiliki waktu lebih banyak untuk berolahraga, walau sekedar peregangan atau jalan-jalan sekitar rumah sambil menghirup udara pagi yang masih segar. Hal itu baik untuk meningkatkan metabolisme agar tubuh lebih efisien membakar kalori.

Bangun pagi mengurangi stres sehari-hari
Image via www.pexels.com/@samsilitongajr

Bangun pagi mengurangi stres sehari-hari

Apa yang terjadi di pagi hari bisa memengaruhi mood Anda seharian. Pasalnya, stres sehari-hari bisa saja berakar dari bagaimana Anda memulai hari. Ketika bangun kesiangan, Anda harus terburu-buru untuk mandi dan melupakan sarapan. Anda pun mungkin dihadapkan dengan kemacetan di jalan yang mengakibatkan terlambat datang ke tempat kerja. Belum lagi Anda bingung mencari alasan jika atasan menanyakan mengapa Anda terlambat lagi hari ini.

Beda cerita jika Anda bangun pagi, hal-hal seperti itu bisa diminimalisir. Anda bisa menikmati pagi yang lebih “tenang” dan melakukan berbagai hal lebih efisien. Dengan begitu, tingkat stres juga bisa berkurang.

Bangun pagi mempromosikan kesehatan mental yang lebih baik

Sejumlah penelitian juga melaporkan bahwa morning people (mereka yang terbiasa bangun pagi) cenderung lebih positif dan optimis. Teori lain mengatakan bahwa mereka yang beraktivitas di malam hari cenderung lebih kreatif, namun mereka juga lebih berisiko terkena depresi dan gangguan mental lainnya.

Bangun pagi memungkinkan Anda untuk mendapat manfaat baik dari sinar matahari pagi yang menjadi sumber alami vitamin D. Selain mendukung tulang dan gigi, vitamin D juga menjadi nutrisi yang berperan penting dalam pencegahan risiko depresi yang menjadi biang berbagai penyakit mental.

World Health Organization (WHO) menyarankan agar tubuh terkena sinar matahari dengan durasi antara 5 hingga 15 menit selama 2 atau 3 kali dalam seminggu guna memastikan tubuh memiliki cadangan vitamin D yang cukup. Para pakar kesehatan tidak menyarakan untuk berjemur ketika matahari sedang terik-teriknya, antara pukul 10.00 hingga 16.00, karena kulit menjadi lebih rentan terbakar dan risiko kanker kulit juga meningkat.

Bangun pagi membuat Anda lebih produktif

Percaya atau tidak, rata-rata orang sukses memiliki kebiasaan bangun pagi. Mereka bangun beberapa jam lebih awal sebelum bekerja, dan menyusun hal-hal yang harus dikerjakan pada hari itu sehingga setiap harinya mereka memiliki target yang harus dicapai.

Dengan bangun pagi, berarti lebih banyak pekerjaan yang bisa diselesaikan. Tubuh lebih siap untuk kembali bekerja keras seharian setelah tidur malam yang cukup. Diimbangi dengan menu sarapan bernutrisi, tubuh memiliki lebih banyak energi dan semangat untuk melakukan berbagai pekerjaan yang belum terselesaikan.

Secara umum, memulai pekerjaan lebih awal di pagi hari akan lebih efisien karena lingkungan sekitar lebih minim gangguan, dan didukung dengan kondisi otak yang masih segar. Karenanya, mereka yang memiliki kebiasaan bangun pagi cenderung memiliki kemampuan yang lebih baik dalam mengambil keputusan dan perencanaan, dan prestasi yang lebih baik ketika di sekolah maupun dunia kerja profesional.

Bangun lebih awal secara konsisten membutuhkan kedisiplinan. Akan terasa berat di awal, tapi seiring waktu akan terbiasa jika Anda konsisten melakukannya. Jika Anda sering sulit tidur awal, setidaknya biasakan untuk berbaring di tempat tidur sejak jam 9 atau 10 malam. Mulailah pelan-pelan untuk bangun lebih awal dari biasanya. Misalnya 15 menit lebih awal untuk minggu pertama, 20 menit di minggu berikutnya, dan seterusnya hingga mencapai waktu bangun yang menjadi “goal” Anda.

Baiknya matikan lampu saat tidur untuk menciptakan lingkungan tidur yang kondusif supaya mengantuk lebih cepat. Selain itu, setidaknya satu jam atau 30 menit sebelum tidur, matikan semua perangkat elektronik termasuk smartphone. Cahaya biru yang dipancarkan dari benda-benda elektronik bisa membuat mata terjaga karena otak menangkapnya sebagai cahaya yang mengisyaratkan belum waktunya tidur.

Seringkali orang-orang sulit bangun lebih awal karena alasan kelelahan. Padahal di malam hari mereka melakukan hal yang sebetulnya tidak terlalu bermanfaat. Misalnya menonton televisi, main game, mengobrol bersama teman, dan asyik berkirim pesan. Di lain sisi, tak sedikit orang yang sering bangun siang karena melakukan pekerjaan sampingan di waktu malam. Bagaimanapun, sebisa mungkin hal-hal seperti itu sebaiknya dihindari. Anda mungkin memperoleh lebih banyak uang tapi kesehatan yang dikorbankan. Pola hidup juga pada akhirnya menjadi berantakan.

Tentang Rika Fauzy

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.