12 Indikator Keluarga Sehat Versi Kemenkes RI, Wajib Baca!!!

Pemerintah Indonesia lewat Kementerian Kesehatan telah menerapkan 12 Indikator Keluarga Sehat. Penetapan dua belas indikator kesehatan itu dilakukan agar tiap keluarga di Indonesia mampu menerapkan pola hidup sehat. Semakin sehat keluarga dalam suatu negara, maka negara tersebut akan semakin sejahtera dan produktif.

Gambar Indikator Keluarga Sehat
12 Indikator Keluarga Sehat / Foto: Unsplash

 

Adapun 12 indikator keluarga sehat yang dimaksud adalah sebagai berikut.

1. Mengikuti Program Keluarga Berencana (KB)

Indikator keluarga sehat yang pertama adalah mengikuti program keluarga berencana (KB). Program ini sangat membantu keluarga dalam menunda atau membatasi jumlah kehamilan pada ibu. Dengan begitu, ibu pun bisa menurunkan risiko kematian akibat terlalu sering hamil dan melahirkan.

Untuk mengikuti KB, tiap keluarga wajib berkonsultasi ke dokter terdekat. Nantinya, pihak dokter akan memberikan metode kontrasepsi yang tepat untuk keluarga.

2. ASI Eksklusif Yang Bisa Didapat Oleh Bayi

Salah satu kebutuhan dasar tiap bayi adalah ASI Eksklusif. ASI Eksklusif sendiri punya manfaat yang baik untuk bayi di masa pertumbuhannya. Mulai dari menguatkan ikatan ibu dengan anak, memperkuat kerja vaksin dalam tubuh bayi, hingga menurunkan risiko AIDS pada bayi.

ASI Eksklusif sendiri wajib diberikan oleh ibu selama enam bulan pertama usia si bayi. Setelahnya, ibu boleh menambah pemberian ASI hingga si anak menginjak usia dua tahun.

3. Bayi Mendapat Imunisasi Dasa Secara Lengkap

Selain ASI, bayi pun juga berhak menerima imunisasi dasar secara lengkap. Mulai dari imunisasi campak dan rubella, polio, hingga difteri. Beberapa imunisasi tersebut hanya dilakukan sesekali saja, dan beberapa di antaranya ada yang harus rutin dilakukan. Dengan pemberian imunisasi tersebut, imunitas dalam diri sang anak akan lebih kebal dari berbagai penyakit.

4. Balita Mendapatkan Pemantauan Pertumbuhan Secara Berkala

Kala bayi berusia balita, keluarga wajib melakukan pemantauan pertumbuhan mereka. Pemantauan sendiri dilakukan agar keluarga lebih paham tumbuh kembang si balita, serta masalah pertumbuhan yang mungkin bakal dihadapinya. Pemantauan sendiri bisa dilakukan ke dokter terdekat selama sebulan sekali.

5. Ibu Bisa Memakai Fasilitas Kesehatan Untuk Melakukan Persalinan

Agar ibu bisa melahirkan dengan selamat, ibu wajib memakai fasilitas kesehatan yang sudah tersedia. Di fasilitas kesehatan yang ada, ibu bisa ditangani oleh bidan dan dokter yang ahli, serta dibantu alat yang steril. Dengan begitu, bayi yang ibu lahirkan bisa terlahir selamat, dan ibu pun bisa selamat dari kematian atau komplikasi.

Khusus untuk ibu yang kurang mampu, ibu bisa memakai kartu JKN-KIS yang menjamin semua kebutuhan ibu. Mulai dari biaya bersalin, pemeriksaan, hingga program KB pascapersalinan.

6. Penderita Hipertensi Mendapatkan Pengobatan Secara Teratur

Hipertensi merupakan salah satu penyakit berbahaya di Indonesia. Penyakit ini mampu membunuh penderitanya secara diam-diam. Oleh karenanya, sebuah keluarga sehat harus mampu terbebas dari penyakit satu ini.

Untuk mengatasinya, tiap keluarga wajib mendapatkan pengobatan secara teratur. Apalagi, jika ada satu anggota keluarga yang sudah positif terkena penyakit tersebut.

Agar keluarga terhindar dari hipertensi, tiap keluarga wajib melakukan langkah pencegahan dengan metode CERDIK. Adapun CERDIK sendiri merupakan akronim dari:

  • Cek kesehatan secara berkala;
  • Enyahkan asap rokok;
  • Rajin berolahraga secara rutin;
  • Diet secara seimbang;
  • Istirahat yang cukup;
  • Kelola stres dengan baik.

7. Penderita Tuberkulosis (TBC) Juga Harus Mendapat Pengobatan Yang Tepat

Selain hipertensi, TBC juga perlu diwaspadai dan diobati secara tepat. Bila salah satu anggota keluarga menderita penyakit ini, segeralah bawa ke dokter untuk diobati dan ditangani secara tepat.

Saat berada di dokter, penderita TBC bakal diperiksa terlebih dulu. Setelah itu, pasien akan jalani pengobatan secara teratur hingga pasien sembuh total. Dalam proses ini, pasien biasanya diberi obat yang harus diminum secara rutin. Jika tidak, pasien akan sulit sembuh dan dikhawatirkan akan menularkan penyakitnya kepada anggota keluarga yang lain.

8. Anggota Keluarga Yang Menderita Gangguan Jiwa Mendapat Pengobatan Yang Layak, Serta Tidak Ditelantarkan

Indikator keluarga sehat tak hanya mengatur kesehatan fisik saja. Kesehatan jiwa pun juga turut diperhatikan. Bila salah satu anggota keluarga mendapat gangguan jiwa, pastikan anggota keluarga lainnya tidak panik. Apalagi, sampai menelantarkannya begitu saja.

Langsung bawa anggota keluarga tersebut ke psikolog. Nantinya, anggota keluarga itu akan menjalani psikoterapi hingga sembuh total.

9. Anggota Keluarga Tidak Ada Yang Merokok

Kalau melihat realita yang ada, indikator kesehatan yang satu ini sepertinya masih sulit diwujudkan. Padahal, jika indikator ini terpenuhi, kesehatan seluruh keluarga dijamin akan terjaga. Namun belum ada kata terlambat untuk mewujudkan indikator ini di lingkungan keluarga Anda.

Bila Anda adalah anggota keluarga yang masih suka merokok, maka cobalah untuk berhenti dari kebiasaan itu secara perlahan. Bila sulit, Anda bisa meminta bantuan dokter ahli untuk melakukannya.

10. Setiap Keluarga Memiliki Jamban Sehat

Jamban yang sehat sangat penting untuk dimiliki tiap keluarga. Kehadiran sarana tersebut bisa membuat keluarga buang air kecil dan besar di tempat yang tepat. Dengan begitu, keluarga pun dapat mengurangi pencemaran air dan lingkungan akibat buang air di tempat yang tidak tepat.

Pastikan agar jamban selalu dibersihkan secara rutin. Hal itu dilakukan agar jamban tidak baud an menimbulkan penyakit. Dan tentu saja, agar lingkungan rumah tetap sehat dan bebas dari penyakit.

11. Setiap Keluarga Memiliki Akses Air Bersih

Selain jamban, rumah tiap keluarga juga haus memiliki akses air bersih. Selain untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, air bersih juga dapat membantu keluarga terhindar dari bermacam-macam penyakit. Semisal diare, tipes, kolera, dan disentri.

Pastikan kalau akses air bersih yang dimiliki bersih dari kotoran, lumut, dan genangan. Lengkapilah pula dengan saluran pembuangan air. Pastikan juga akses air bersih yang dipunya berjarak minimal 10 meter dengan tempat pembuangan sampah. Hal itu dilakukan agar air bersihnya tidak terkontaminasi oleh sampah.

12. Seluruh Anggota Keluarga Telah Menjadi Anggota Jaminan Kesehatan Nasional (JKN)

JKN merupakan program pemerintah yang bertujuan untuk meningkatkan kesehatan masyarakat Indonesia. Khususnya, keluarga yang penghasilannya menengah ke bawah. Memiliki JKN akan membuat keluarga tak mampu mendapatkan pengobatan terbaik tanpa harus keluar biaya banyak.

Ada dua cara untuk mendapatkan JKN. Pertama, Anda dan keluarga bisa mendaftar ke BPJS Kesehatan. Dan kedua, Anda bisa mendaftar lewat aplikasi JKN yang bisa diunduh via Apple Store atau Google Play Store.

Pemerintah telah menetapkan 12 indikator keluarga sehat. Dengan indikator tersebut, diharapkan tiap keluarga dapat hidup dengan pola hidup sehat. Semakin sehat sebuah keluarga, maka semakin sejahtera dan produktif pula suatu negara.

Adapun kedua belas indikator keluarga sehat yang dimaksud sudah kami sampaikan di atas. Semoga Anda dan keluarga bisa termotivasi untuk menerapkannya di rumah. Kalau ada pertanyaan soal keluarga dan kesehatan, mari sampaikan kepada kami lewat kolom komentar. Kami tunggu pertanyaan Anda sekeluarga!

Tentang Rian Herdiana

Merasa terus tertantang, terus bergerak maju untuk mendapatkan lebih banyak pengetahuan SEO, dan membangun reputasi serta mengembangkan jaringan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.