Home Teknologi Fakta Virus Ransomware yang Harus Anda Ketahui Beserta Cara Mengatasinya

Fakta Virus Ransomware yang Harus Anda Ketahui Beserta Cara Mengatasinya

Fakta Virus Ransomware yang Harus Anda Ketahui Beserta Cara Mengatasinya
Image by VISHNU_KV

Belakangan ini seluruh dunia, termasuk Indonesia, sedang dihebohkan oleh munculnya sebuah virus Ransomware Wannacry. Virus ini telah banyak menyerang ratusan negara dengan sasaran pengguna rumahan, perusahaan hingga kantor pemerintahan. Di Indonesia sendiri, virus ini pernah menyerang salah satu Rumah Sakit, sehingga pihak Kementerian Informasi dengan cepat menyampaikan peringatan mengenai penyebaran virus ini.

Virus Ransomware adalah sebuah perangkat lunak jahat (Malware/Malicious Code) yang menyerang para pengguna Windows, sehingga mereka akan membuat para user untuk tidak bisa mengakses berbagai data atau file yang ada di komputer. Setelah itu, para hacker yang menyebarkan virus ini akan memberikan instruksi agar Anda menebus dengan sejumlah uang tertentu agar file bisa diakses kembali.

Virus ini sangat berbahaya karena apabila menyerang perusahaan atau kantor-kantor pemerintahan, maka data-data penting tidak dapat diakses bahkan bisa hilang. Untuk mencegah terserang virus ini, ada baiknya Anda mengetahui beberapa fakta beserta cara mengatasinya.

Tentang Virus Ransomware

Virus Ransomware yang membahayakan ini bisa mengambil alih fungsi komputer Anda dan membuat Anda tidak bisa mengakses Windows. Selain itu, virus ini juga mampu membuat file-file di komputer terenkripsi sehingga tidak dapat digunakan dan memblok aplikasi-aplikasi tertentu pada komputer. Ransomware akan meminta sejumlah tebusan kepada Anda, padahal tidak ada jaminan apapun setelah membayar tebusan, Windows dan file-file Anda dapat diakses kembali.

Tentang Virus Ransomware
Image by TheDigitalArtist

Sejauh ini, terdapat 2 jenis Ransomware yang menyerang, yakni Locksreen Ransomware dan Encryption Ransomware. Lockscreen Ransomware memiliki ciri-ciri munculnya sebuah pesan di layar yang bertujuan untuk mencegah Anda mengakses Windows. Pesan tersebut mengatakan bahwa Anda harus membayar sejumlah uang tebusan supaya mampu mengakses komputer kembali.

Ketika muncul pesan tersebut, sebaiknya jangan melakukan pembayaran tebusan apapun. Cukup tutup saja pesan tersebut menggunakan Task Manager. Lalu ketika membuka browser kembali, jangan pilih menu Restore Previous Session. Sedangkan Encryption Ransomware menyerang file-file Anda dengan cara melakukan enkripsi data sehingga Anda tidak dapat membukanya lagi.

Enkripsi file bekerja dengan cara mengunci file tertentu dilengkapi kode-kode yang hanya dimengerti oleh sang hacker. Jika sudah seperti ini, akan sulit untuk bisa memecahkan kode enkripsi pada data yang terkena infeksi. Jalan yang terbaik adalah dengan memastikan file-file penting pada komputer untuk disimpan di tempat penyimpanan cadangan yang jauh dan tidak terhubung dengan koneksi atau komputer Windows. Gunakan pula salah satu pelayanan penyimpanan online seperti Google Drive, Dropbox atau OneDrive untuk membantu backup file sehari-hari.


Fakta-Fakta Virus Ransomware

Berikut ini adalah fakta-fakta mengenai virus Ransomware yang cukup meresahkan para pengguna Windows:

1. Jika virus Ransoware yang menyerang komputer Anda memberikan peringatan tentang pihak berwajib yang mengetahui aktivitas ilegal yang Anda lakukan, maka jangan langsung percaya. Peringatan tersebut bohong. Memang pesan yang disampaikan menggunakan logo institusi hukum, tapi itu palsu.

2. Ketika Anda sudah terserang virus Ransomware dan diminta membayar tebusan, tak ada jaminan bahwa Windows ataupun file-file tertentu bisa diakses kembali walaupun sudah membayar uang tebusan. Bahkan yang terjadi bisa sebaliknya, komputer Anda akan menjadi sasaran baru bagi malware lainnya.

3. Seluruh data yang telah terinfeksi Ransomware tidak dapat dikembalikan kecuali Anda mempunyai file backup yang ada di File History. Akan tetapi, beberapa tipe Ransomware bisa menghapus dan mengenkripsi File History tersebut sehingga tidak dapat di restore. Bila hal ini terjadi, maka solusi lainnya adalah dengan menggunakan Windows Repair and Recovery Files.

4. Hubungilah pihak Bank atau pihak berwenang lain jika Anda sudah telanjur melakukan pembayaran uang tebusan. Hal ini perlu dilakukan supaya transaksi tersebut diblokir dan uang tebusan bisa dikembalikan.

5. Virus Ransomware bisa mengetahui IP address Anda dengan mudah. Para hacker tersebut menggunakan tools tertentu untuk mengetahuinya.

6. Berhati-hatilah saat browsing internet, virus Ransomware dapat masuk secara otomatis ke komputer Anda, ketika Anda membuka sebuah situs tertentu yang sudah dibajak oleh virus ini.

Fakta-Fakta Virus Ransomware
Image by Tumisu

Cara Mengatasi Virus Ransomware

Ada beberapa cara yang bisa Anda lakukan untuk mengatasi virus Ransomware. Cara-caranya adalah :

1. Menghapus Virus Menggunakan Antivirus

Sekarang ini sudah banyak jenis Antivirus yang bisa bergerak cepat dalam membaharui antivirusnya supaya bisa mengatasi virus Ransomware tersebut. Contoh antivirus yang dapat Anda gunakan adalah Kaspersky dan ESET. Sedangkan antivirus lokal yang cukup ampuh adalah Smadav. Gunakanlah Smadav untuk membasmi virus Ransomware dengan menonaktifkan fitur SMBv1 pada setelan Windows.

Langkah-langkah yang perlu Anda lakukan untuk menangkal virus Ransomware dengan antivirus yakni:

  1. Lepaskan hardisk dari komputer
  2. Siapkanlah komputer lain yang tidak terinfeksi virus dan sudah dipasangi antivirus
  3. Masukkan hardisk pada komputer yang bersih
  4. Selanjutnya, lakukan scanning menyeluruh pada hardisk yang telah terinfeksi virus Ransomware dengan menggunakan antivirus yang terpasang.
  5. Hapuslah semua virus yang telah terdeteksi.
  6. Jika sudah tidak ditemukan virus, maka lepaskan hardisk dan pasang kembali ke komputer semula.
  7. Virus Ransomware memang sudah hilang, namun data yang ada di dalamnya masih tidak dapat dibuka. Oleh karena itu, Anda harus melakukan restore data.

2. Menghapus Virus Secara Manual

  1. Matikanlah koneksi internet pada komputer Anda
  2. Hapus seluruh cookies dari browser, kemudian masuklah ke Windows melalui Save Mode
  3. Selanjutnya, bukalah Task Manager, kemudian buka Tab Process. Lalu matikan saja program yang tidak dikenal atau tampak mencurigakan.
  4. Masuklah ke menu Startup, kemudian tekan tombol Enter, lalu buka tab Startup.
  5. Pilih Disable program sebelumnya yang Anda matikan pada menu Tab Process. Disable pula program lainnya yang mencurigakan.
  6. Setelah itu, bukalah menu Registery Editor, lalu cari ‘Crypt’ atau ‘Wannacry’. Hapuslah ketika menemukannya.
  7. Periksa kembali data-data yang ada di komputer, lalu cari file dengan ekstensi .wnry atau .WNCRY dan file-file tidak jelas lainnya. Setelah itu hapus semua file tersebut.
  8. Virus Ransomware akan hilang, namun data Anda masih belum bisa dibuka. Lakukan restore data seperti cara sebelumnya.

3. Menginstal Ulang Windows

Cara yang ketiga dan mudah untuk dilakukan adalah dengan menginstal kembali sistem operasi. Namun Anda akan memerlukan CD atau USB untuk melakukan cara ini. Setelah menginstal ulang, sebaiknya langsung saja pasang antivirus dan lakukan scan partisi pada hardisk untuk memastikan tidak ada virus yang tertinggal pada komputer.

Itulah beberapa fakta mengenai virus Ransomware dan cara-cara mengatasinya. Agar terhindar dari virus merugikan tersebut, sebaiknya berhati-hatilah ketika membuka situs tertentu. Pastikan jangan lupa untuk memasang antivirus pada komputer. Semoga bermanfaat.

Penulis: Amsi Puri Dirgantari / Editor: Rian Herdiana

Tentang Rian Herdiana

Merasa terus tertantang, terus bergerak maju untuk mendapatkan lebih banyak pengetahuan SEO, dan membangun reputasi serta mengembangkan jaringan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *