5 Fakta dan Bukti Manfaat dari Traveling Bagi Kesehatan dan Kebahagiaan

Banyak orang yang bilang kalau traveling hanya foya-foya atau buang-buang uang. Anggapan ini bisa benar atau bisa juga sebaliknya. Tergantung dari orang yang memandangnya. Karena traveling dengan budget pas-pasan juga bisa sangat menyenangkan. Selain itu, penting untuk diketahui bahwa sebenarnya traveling menawarkan banyak dampak positif, tak cuma sekedar hobi yang sedang tren atau senang-senang semata.

manfaat traveling

Selalu ada hal yang menarik diceritakan setelah traveling. Pasalnya, banyak makna dan pelajaran berharga yang diperoleh dari setiap perjalanan yang dilalui. Bahkan traveling juga memberi sejumlah manfaat kesehatan fisik maupun psikis yang telah terbukti melalui penelitian ilmiah.

Mari kita simak setidaknya ada 5 fakta dan bukti manfaat dari traveling bagi kesehatan dan kebahagiaan:

  1. Mengurangi stres dan risiko depresi

Jika kita cermati, tren traveling meningkat dari tahun ke tahun. Dalam kehidupan modern seperti zaman sekarang, orang-orang, terutama kaum urban, dihadapkan dengan kesibukan terus menerus, ditambah setiap harinya sebagian besar orang harus terjebak dalam kemacetan jalanan yang melelahkan fisik dan psikis.

Hal-hal semacam itu menjadi sumber stres yang sulit dihindari, tapi bisa diminimalisir. Maka tak heran jika traveling dipilih sebagai salah satu cara untuk mengusir stres, dan bahkan bisa dikatakan telah menjadi kebutuhan hidup yang hampir pokok, terutama di kalangan kaum urban.

Manfaat traveling untuk mengurangi stres pun memang telah terbukti oleh banyak penelitian ilmiah. Diantaranya penelitian tahun 2005 dari Marshfield Clinic di Wisconsin, Amerika Serikat. Para peneliti menyimpulkan bahwa wanita yang berlibur kurang dari sekali setiap dua tahun lebih cenderung terkena stres dan depresi dibandingkan para wanita yang berlibur setidaknya dua kali dalam setahun.

Sementara menurut hasil survei “Stress in America” oleh American Psychological Association yang dipublikasikan tahun 2013, traveling membantu mengendalikan stres dan emosi negatif lainnya karena memungkinkan pelakunya untuk menghindar sejenak dari lingkungan dan aktivitas yang menjadi sumber stres tersebut.

Bagi sebagian besar orang, traveling dianggap sebagai momen istirahat dari rutinitas sehari-hari. Sehingga ketika menjauh sejenak dari pekerjaan dan rumah, beban pikiran terasa ringan karena lebih minim stres dan kecemasan. Bahkan, perasaan bebas stres yang diperoleh bisa berlangsung selama berminggu-minggu setelah pulang traveling. Dan semakin sedikit tingkat stres, semakin kecil risiko seseorang mengidap depresi.

  1. Menurunkan risiko penyakit jantung

Menurut hasil studi gabungan dari Global Commission on Aging and Transamerica Center for Retirement Studies dan U.S. Travel Association, ada keterkaitan antara traveling dan penurunan risiko penyakit jantung. Para peneliti menyimpulkan bahwa para wanita yang berlibur setidaknya dua kali dalam setahun menunjukkan penurunan risiko penyakit jantung yang signifikan daripada mereka yang hanya liburan setiap enam tahun atau lebih.

Sebelumnya, para peneliti dari SUNY Oswego pernah melaporkan bahwa pria paruh baya yang sering berlibur memiliki risiko lebih rendah terkena penyakit jantung dan lebih kecil kemungkinannya meninggal karena penyakit jantung koroner.

Momen traveling memungkinkan Anda menikmati pemandangan alam untuk relaksasi yang maksimal. Saat bepergian ke tempat yang jauh dari hiruk pikuk perkotaan, Anda lebih mungkin banyak berjalan kaki dan suasana hati juga cenderung lebih baik ketika bisa mengunjungi tempat-tempat wisata menarik. Traveling juga memungkinkan pelakunya mencoba berbagai aktivitas baru seperti hiking, snorkeling, diving, dan sebagainya. Aktivitas-aktivitas tersebut membantu meningkatkan kesehatan fisik dan mental yang menjadi kunci penting dalam pencegahan penyakit jantung.

  1. Daya tahan tubuh lebih kuat

Mungkin masih banyak orang yang belum menyadari sebetulnya traveling bermanfaat baik untuk membangun daya tahan tubuh yang lebih kuat. Ketika mengunjungi suatu tempat baru, tubuh akan terpapar bibit penyakit seperti bakteri, virus, dan mikroorganisme asing lainnya. Hal ini memicu tubuh menciptakan lebih banyak antibodi untuk melawan bibit penyakit tersebut.

Semakin banyak mengunjungi tempat-tempat baru, maka semakin banyak pula peluang bagi Anda untuk merasakan makanan, iklim, serta berinteraksi dengan flora dan fauna di lingkungan yang berbeda. Ini berarti tubuh semakin banyak terpapar jenis kuman yang berbeda, dan tubuh dapat menyimpan antibodi untuk melawan berbagai jenis kuman agar tidak menyebabkan penyakit di kemudian hari.

Kendati demikian, kita harus tetap memerhatikan higienitas dan sanitasi di tempat-tempat yang dikunjungi. Misalnya mencuci tangan dengan sabun dan air ataupun hand sanitizer sebelum bersentuhan dengan makanan. Atau memakai masker ketika mengunjungi kawah gunung yang mengeluarkan gas belerang berbahaya.

  1. Meningkatkan kreativitas

Menurut Adam Galinsky, seorang profesor dari Columbia Business School yang telah menulis beberapa penelitian tentang hubungan kreativitas dan traveling ke luar negeri, mengunjungi tempat asing (baru) dan berbaur dengan lingkungan lokal dapat membantu meningkatkan fungsi kognitif serta mendorong kreativitas.

Saat traveling, Anda akan bertemu dengan orang-orang yang belum dikenal dan harus beradaptasi dengan lingkungan dan situasi baru. Kebiasaan dan rutinitas sehari-hari membuat pemikiran mental menjadi terbatas. Tetapi ketika menghabiskan waktu di lingkungan dan budaya yang berbeda, hal itu benar-benar bisa membuat pikiran menjadi lebih “terbuka” karena jaringan saraf pada otak akan merespon lebih baik ketimbang ketika duduk di kantor berkutat dengan pekerjaan yang sama setiap hari.

  1. Kepuasan dan kebahagian

Studi tahun 2010 yang dilakukan para peneliti dari Cornell University menunjukkan bahwa membeli pengalaman lebih memungkinkan Anda mendapatkan kebahagiaan yang bertahan lebih lama ketimbang membeli barang.

Traveling adalah cara menyenangkan untuk memperkaya pengalaman. Bahkan dengan traveling sesering mungkin, Anda bisa semakin memahami nilai-nilai kehidupan yang akan mengubah cara pandang hidup. Pada akhirnya, Anda pun akan sadar bahwa materi yang seringkali dijadikan sebagai tolok ukur kebahagiaan bukanlah segalanya.

Selama ini kebanyakan orang cenderung mengabiskan uangnya untuk membeli benda fisik seperti kendaraan mewah, perhiasan, dan gadget terbaru untuk mengejar kebahagiaan. Membeli benda fisik semacam itu memang dapat memberi kebahagiaan dan kepuasan setelah memilikinya, namun tak akan bertahan lama. Pasalnya, benda-benda tersebut hanyalah identitas diri tetapi terpisah dari diri kita. Kepuasan atas hal tersebut juga cenderung menurun dari waktu ke waktu.

Berbeda dengan pengalaman yang diperoleh ketika traveling yang akan melekat dalam diri tersimpan sebagai memori berharga.

Tentang Rika Fauzy

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *